Beranda > Geografi, Kuliah > Observasi Kura-kura Leher Panjang di Pasar Ngasem , Yogyakarta

Observasi Kura-kura Leher Panjang di Pasar Ngasem , Yogyakarta

LAPORAN OBSERVASI KURA-KURA IRIAN LEHER PANJANG (CHELODINA NOVAEGUINEAE) DI PASAR NGASEM, YOGYAKARTA  (2007)

HASIL OBSERVASI
Kura-kura adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk golongan reptil. Bangsa hewan yang disebut (ordo) Testudinata (atau Chelonians) ini khas dan mudah dikenali dengan adanya ‘rumah’ atau batok (bony shell) yang keras dan kaku.

CHELODINA NOVAEGUINEAE
CHELODINA NOVAEGUINEAE

Batok kura-kura ini terdiri dari dua bagian. Bagian atas yang menutupi punggung disebut karapas (carapace) dan bagian bawah (ventral, perut) disebut plastron. Kemudian setiap bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis luar umumnya berupa sisik-sisik besar dan keras, dan tersusun seperti genting; sementara lapis bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung. Perkecualian terdapat pada kelompok labi-labi (Trionychoidea) dan jenis penyu belimbing, yang lapis luarnya tiada bersisik dan digantikan lapisan kulit di bagian luar tempurung tulangnya.

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal tiga kelompok hewan yang termasuk bangsa ini, yalah penyu (bahasa Inggris: sea turtles), labi-labi atau bulus (freshwater turtles), dan kura-kura (tortoises). Dalam bahasa Inggris, dibedakan lagi antara kura-kura darat (land tortoises) dan kura-kura air tawar (freshwater tortoises atau terrapins).

Kura-kura Irian leher panjang (Chelodina novaeguineae) termasuk dalam reptilia yang hidup di pulau Papua Barat atau Irian Jaya yang termasuk dalam wilayah propinsi di Indonesia. Hewan ini merupakan spesies yang dilindungi sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. 7 Tahun 1999 tentang Satwa yang Dilindungi. Dari salah satu sumber di internet didapatkan bahwa hewan ini sudah dilindungi sejak 1980. Ciri-ciri hewan ini antara lain berwarna gelap agak kehijaun dan mempunyai leher yang sangat panjang. Di waktu masih kecil panjang leher kurang lebih sama panjangnya dengan panjang tubuhnya atau cangkangnya. Habitat dari kura-kura ini berada di sungai-sungai besar di Papua.

Dari hasil observasi yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Desember 2007 di salah satu kios Pasar Ngasem, Yogyakarta didapati perdagangan spesies yang dilindungi ini. Kura-kura Irian leher panjang yang berukurun panjang sekitar 8 cm termasuk panjang leher saat dijulurkan dan lebar sekitar 4,5 cm dijual seharga Rp 70.000 per ekor. Kura-kura ini didapatkan dari salah seorang distributor di Surabaya. Koleksi yang dimiliki penjual di Pasar Ngasem ini hanya 6 ekor dan memajangnya bersama-sama dengan koleksi kura-kura lain yang tidak dilindungi. Penulis sengaja tidak menulis nama penjual dan kios yang digunakan untuk bejualan di Pasar Ngasem dengan alasan menghargai privasi penjual.

KESIMPULAN
Kura-kura Irian leher panjang (Chelodina novaeguineae) termasuk dalam reptilia yang hidup di pulau Papua Barat atau Irian Jaya yang termasuk dalam wilayah propinsi di Indonesia. Hewan ini merupakan spesies yang dilindungi sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. 7 Tahun 1999 tentang Satwa yang Dilindungi.

SARAN
Dari hasil observasi yang didapat yang ternyata Kura-kura Irian leher panjang (Chelodina novaeguineae) dilindungi maka sebaiknya ada tindakan yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak terutama pihak pemerintah dalam hal penyelamatan kura-kura ini dari perdagangan yang dilarang dan pelestariannya.

DAFTAR PUSTAKA

http://wapedia.mobi/id/Kura-kura_dan_penyu

http://www.infopapua.com/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=2724

http://www.beritabumi.or.id/?g=liatinfo&infoID=OP0004&ikey=1

http://:id.wikipedia.org/wiki/Kura-kura_dan_penyu

http://wwwedu.ge.ch/co/renard/coursfacbio/TORTUES/fichestortue/chelodina_novae.jpg

Iklan
Kategori:Geografi, Kuliah Tag:,
  1. 3 Maret 2010 pukul 12:31 PM

    saya termasuk hobiis kura2, kmaren jg sempet maen ke ngasem.
    selain kura2 trnyt di ngasem jg banyak diperjualbelikan hewan dilindungi lainnya.

    • 21 April 2010 pukul 2:00 AM

      Iya benar, di sana banyak sekali diperjualbelikan. Kan memang pasanr hewan, hehe. Semoga saja semua kegiatan di pasar hewan tersebut tetap menjaga kelestarian koleksi fauna Indonesia. Terimaksih sudah berkunjung ke blog saya

  2. cesare
    10 Maret 2010 pukul 9:22 AM

    kalau kura kura leher panjang yg lain dilindungi atau tidak

    • 21 April 2010 pukul 2:09 AM

      Klo soal itu saya kurang tau mas, soalnya dulu saya hanya fokus pada pencarian referensi seputar kura-kura berleher panjang. Terimaksih sudah berkunjung ke blog saya

  3. 14 Juli 2010 pukul 7:43 AM

    selamat & sukses atas relokasi pasar ngasem. semoga dapat menjadi salah satu icon pasar satwa dan tanaman yang kelak akan membimbing anak cucu kita untuk mau mengenal dunia flora dan fauna negeri ini.

    saran, alangkah lebih baiknya jika diberikan gambar pet/denah pasar ngasem yang baru guna mempermudah mencari alamat tersebut bagi para (turis/pendatang dsb)

    key animalhunter
    “we love mamalia”

  4. dian kurnia
    22 Februari 2011 pukul 7:07 PM

    aku punya kura kura brazil

    • 5 Maret 2011 pukul 8:43 PM

      sama dengan saya mbak dian kurnia, waktu kecil saya juga mempunyai kura-kura..tetapi tidak kura-kura brazil, hehe

  5. wahid hudaya
    23 September 2011 pukul 11:50 AM

    adakah lokasi khusus untuk penangkaran, satwa tersebut di wilayah jogjakarta.
    – perlukah dibangun lokasi penangkaran (pelestarian)
    – dengan tujuan supaya para penjual ada legalnya, karena satwa yang dijual adalah dari lokasi penangkaran (ada surat2nya)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: